- Koordinasi dengan Kapolda Jawa Timur
JAKARTA TABARONEWS — Pengusaha asal Toraja, Erwanto Lino mengeluhkan 48 ekor hewan ternak yang ia beli dari Sumatera tertahan di bagian karantina hewan Surabaya. Padahal sudah melengkapi segala dokumen persyaratannya.
Tak tahu harus kemana meminta tolong, ia lalu menghubungi Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang.
Mendapat aspirasi dari warga di Dapil Sulsel 3, Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang (JFK) merespon positif.
Frederik mengatakan, ia siap membantu kasus 48 ekor kerbau milik Erwanto Lino yang tertahan di Karantina Surabaya.
Akibat tertahannya 48 ekor kerbau yang dibeli, Erwanto mengalami kerugian ratusan juta.
“Kalau memang benar sudah ada surat karantina sehat, sangat disayangkan kejadian ini,” kata Frederik, Kamis (12/2).
Frederik mengatakan, ia siap menyelidiki kasus 48 ekor kerbau milik Erwanto Lino yang tertahan di Karantina Surabaya.
“Saya akan mencari tahu siapa yang menjadi korban dan siapa yang bertanggung jawab atas kesulitan yang dialami pengusaha kerbau itu,” tegas Frederik.
Frederik akan berkoordinasi dengan Kapolda Jatim untuk menuntaskan masalah ini.
“Masalah ini serius. Saya akan koordinasi dengan Kapolda Jatim,” ujar Frederik.
Sebelumnya, seorang pedagang kerbau asal Tana Toraja, Erwanto Lino mengaku dipersulit petugas karantina Surabaya, Jawa Timur saat hendak menyeberangkan 48 kerbaunya ke Sulawesi Barat tujuan Tana Toraja. Padahal, ia sudah mengantongi surat karantina.
“Jadi kejadiannya begini, kerbau sebanyak 48 ekor ini kami beli dari Mentawai Sumatera Barat disertai surat karantina. Di Surabaya, penyeberangan kerbau ke Sulawesi Barat tidak diperbolehkan dengan berbagai alasan. Padahal kami sudah mengantongi surat karantina” kata Erwanto via handphone kepada Pedoman Media, Rabu 11 Februari 2026.
Menurut Erwanto, ia harus mengeluarkan Rp25 juta untuk mendapatkan surat karantina bagi 48 ekor kerbau.
“Saya bayar di karantina Rp25 juta dengan harapan proses bisa lebih lancar dan sampai di Toraja. Ternyata kami dipersulit di Surabaya,” keluh Erwanto.
“Kerbau kami tertahan di Surabaya sudah 2 minggu. Kerugian kami cukup besar. Tiap hari kami beli rumput untuk makanan kerbau,” ungkap Erwanto.(idr)






