MAKALE TABARONEWS — Pimpinan DPRD Tana Toraja pada hari Senin (23/2/2026), lalu, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan panitia Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya-Toraja di Ruang Rapat Pimpinan.
RDP dipimpin Ketua DPRD Tana Toraja Kendek Rante didampingi Wakil Ketua Leonardus Tallupadang, dan Evivana Rombe Datu. Hadir ketua fraksi dan anggota dewan lainnya. Termasuk panitia DOB Provinsi Luwu Raya-Toraja, yakni Ketua Dewan Pengarah Viktor Datuan Batara, Dewan Pakar Prof. Daud Malamassam, Sekretaris Umum Yohanis Lintin Paembongan, dan panitia lainnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kendek Rante bertanya, benarkah tokoh masyarakat Luwu siap menerima Tana Toraja dan Toraja Utara bergabung ke rencana DOB. Sebab, masih terjadi pro kontra, baik di masyarakat Toraja maupun Luwu.
Viktor Datuan menjelaskan, tanpa Tana Toraja dan Toraja Utara bergabung, proses terbentuknya DOB Provinsi Luwu Raya-Toraja berjalan lama. Sebab baru empat kabupaten di Luwu Raya, selain Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur sehingga masih butuh tambahan kabupaten lainnya.
”Diharapkan setelah panitia dari Tana Toraja dan Toraja Utara bekerja, pembentukan DOB akan lebih cepat diproses Mendagri. RDP hari ini diharap mendapat dukungan politik dari pimpinan dan anggota dewan, sebab percepat pelayanan dan pembangunan,” terang Viktor.

Sementara itu ada juga yang kontra mengenai sikap untuk bergabung ke Luwu Raya. Seperti disampaikan politisi Partai Golkar yang juga Anggota DPRD Tator, Randan Sampetoding. Ia menyebut semua tahapan yang dilakukan oleh Panitia DOB tidak bisa menjadi tolak ukur sikap dari semua masyarakat Tana Toraja.
“Jadi kesannya terlalu dipaksakan dengan melakukan langkah-langkah yang tidak sesuai dengan asas demokrasi sesungguhnya,” tandas Randa Sampetoding lebih lanjut.
Randan mengingatkan agar para tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabat, maupun elemen lainnya agar tidak seenaknya membuat statemen politik mengatasnamakan rakyat dan menyepelkan hak rakyat dalam menentukan sikap yang berbeda.
“Lebih baik politisi dan pemerintah Tana Toraja fokus memperjuangkan pembentukan Toraja Barat dan Toraja Timur yang juga tengah menyupayakan DOB kabupaten, sehingga ke depan bisa menjadi pondasi awal buat generasi kita selanjutnya untuk Toraja Raya berdiri sendiri,” tegas Randan dikutip dari media lokal Toraja.(int)






