TEHERAN TABARONEWS — Teka-teki siapa pengganti Ayatollah Ali Khamenei akhirnya terkuak. Dia adalah anggota Guardian Council, Ayatollah Alireza Arafi.
Pemerintahan Iran resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi, sebagai pemimpin tertinggi sementara menggantikan almarhum Ali Khamenei.
Penunjukan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang diprediksi akan memasuki fase paling keras dalam sejarah konflik Iran dan Israel.
Ayatollah Alireza Arafi akan menjabat hingga proses penetapan pemimpin tertinggi Iran secara definitif rampung sesuai mekanisme konstitusional Republik Islam. Sosoknya dinilai memiliki kapasitas keagamaan dan politik yang mumpuni untuk memimpin di masa transisi yang sensitif.
Analis geopolitik, Tengku Zulkifli Usman, menilai pergantian kepemimpinan ini terjadi pada momentum yang sangat krusial.
“Penunjukan Ayatollah Alireza Arafi menunjukkan Iran ingin memastikan stabilitas internal tetap terjaga di tengah ancaman eksternal yang semakin nyata. Hari-hari mendatang akan sangat keras dan melelahkan,” ujar Tengku Zulkifli Usman dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, situasi pascawafatnya Khamenei membuka babak baru dalam konstelasi konflik Timur Tengah. Ia memprediksi intensitas serangan dari Israel dan dukungan Amerika Serikat terhadap Tel Aviv akan meningkat signifikan.(int)






