Nasional

Indonesia Tinggi Kasus Anak Bunuh Diri Se- Asia Tenggara, Capai 46 Kasus

×

Indonesia Tinggi Kasus Anak Bunuh Diri Se- Asia Tenggara, Capai 46 Kasus

Sebarkan artikel ini

JAKARTA TABARNEWS – Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyebut jumlah kasus anak bunuh diri di Indonesia merupakan yang paling tinggi di Asia Tenggara pada 2023-2024.

“Ya (tertinggi di Asia Tenggara) tapi di tahun 2023 dan 2024,” ucap Diyah, Senin (16/2).
“Walau tahun 2025 juga masih tergolong tinggi,” tambahnya.

Dari data yang diberikan Diyah, jumlah anak bunuh diri pada tahun 2023 adalah 46 anak, sedangkan tahun 2024 sebanyak 43 anak. Pada tahun 2025, jumlah anak yang melakukan bunuh diri ada di angka 27 anak. “Tahun 2026 sudah 5 kasus,” tutur Diyah. “Paling banyak di Bali dan NTT,” tambahnya.

Faktor penyebab anak-anak itu mengakhiri hidupnya sendiri pun beragam, mulai dari perundungan hingga game online.

“Faktor bullying, pengasuhan, ekonomi, asmara, game online,” ucap Diyah. “Sudah saya urutkan berdasarkan paling banyak,” tambahnya.

Sejumlah upaya telah dilakukan KPAI menurut Diyah, mulai dari koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga.

“Pencegahan kami lakukan mengajak Kemenkes, KPPPA, Kemenag dan Kemendikdasmen serta Kemensos dan semua OPD di bawahnya, namun sepertinya belum optimal, sementara KPAI hanya memiliki kewenangan dalam pengawasan saja bukan pencegahan,” ucap Diyah.

Rekomendasi KPAI
Dalam data yang dikirimkan Diyah, disebutkan bahwa 30 persen anak mengakhiri hidupnya di satuan pendidikan. Rentang usia yang paling banyak melakukan bunuh diri adalah 13-17 tahun.
Cara mereka mengakhiri hidup pun beragam. Diyah menyebut, kebanyakan anak melakukan gantung diri, menenggelamkan diri di sungai, dan menabrakkan diri ke kereta api.

Atas maraknya kasus bunuh diri anak ini, KPAI pun memberikan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah, seperti penguatan psikologi anak.

“Mendesak Kementerian Kesehatan agar memberikan penguatan kesehatan mental kepada anak terkait dengan resiliensi dan ketahanan anak,” ucap Diyah.(int)