JAKARTA TABARONEWS — Presiden Prabowo Subianto mendorong rencana Work From Home (WFH) dan pengurangan hari kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat.
Presiden menyebut perkembangan situasi global di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga BBM. Kenaikan harga energi tersebut dinilai dapat berdampak pada harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah proaktif.
Beruntung kata Prabowo, Indonesia telah mengamankan sejumlah kebutuhan pangan mendasar. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki rencana terkait sektor energi yang akan dipercepat pelaksanaannya.
Namun demikian, Prabowo menilai penghematan konsumsi BBM tetap perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadapi ketidakpastian global.
Menindaklanjuti arahan tersebut, pemerintah pun tengah mempersiapkan opsi perombakan total jam kerja ASN. Salah satu opsi paling logis untuk memangkas konsumsi BBM nasional tanpa harus mengorbankan kepentingan rakyat.
Perubahan hari kerja dengan masuk kantor hanya pada Senin-Rabu-Jumat diyakini dapat mengurangi penggunaan BBM. Selain hari-hari tersebut, ASN dapat kerja di mana saja alias Work From Anywhere (WFA).
Dengan membatasi kehadiran fisik hanya tiga hari dalam seminggu, pemerintah menargetkan pemotongan arus lalu lintas kendaraan dinas maupun pribadi hingga 40 persen. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan cadangan energi tetap aman di tengah situasi dunia yang tidak menentu akibat perang di beberapa negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diprediksi akan mendapatkan angin segar tambahan dari pola ini.
Berdasarkan analisis data, jika pergerakan 4 juta ASN dikurangi secara drastis, negara berpotensi menghemat anggaran hingga triliunan rupiah setiap bulannya. Dana yang biasanya terbakar di jalan raya ini nantinya dapat dialokasikan untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat luas.
Namun, pemerintah menyadari bahwa pengurangan hari kerja fisik bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan tepat.
Oleh karena itu, skema hari kerja Senin-Rabu-Jumat ini mengusung misi barter waktu.
Meski hari kerja di kantor berkurang, durasi pelayanan pada hari tersebut akan diperpanjang secara signifikan guna menjamin tidak ada satu pun berkas administrasi rakyat yang mandek.(int)






