MAKASSAR TABARONEWS — Aksi perampokan sadis terjadi di salah satu kios BRILink di Dusun Pantilang, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang (Walmas) sekitar pukul 14.00 Wita yang sampai mengakibatkan penjaga kios bernama Ririn (31), warga Lingkungan Pusun, Kelurahan Bosso, Kecamatan Walenrang Utara meninggal dunia mendapat prihatin dari pelbagai pihak.
Korban Ririn ditemukan tewas dengan luka parah di bagian kepala saat tengah berjaga seorang diri di tempat kerjanya.
Peristiwa tragis itu sontak menggemparkan warga sekitar. Pasalnya, aksi brutal tersebut terjadi pada siang hari, tepat di depan lapangan Desa Lalong.
Mendengar kasus perampokan disertai pembunuhan ini mendapat simpati dari Tokoh Pemuda Walmas sekaligus Lawyer di Makassar serta Ketua Bidang Hukum BPW KKLR Sulsel, Jhody Pama’tan SH MH. Ia menyatakan perampokan sadis tersebut dengan menghilangkan nyawa seseorang harus di kejar sampai tertangkap.
“Saya berharap pihak kepolisian Polsek Welenrang dibantu Polres Luwu untuk bergerak cepat mencari dan mengumpulkan bukti-buki serta petunjuk-petenjuk bukti untuk segera menangkap pelaku perampokan sadis tersebut,” ujar Jhody.
Lanjutnya, jika dilihat dan diamati pola perampokannya pelaku kemungkinan sudah melakukan pengintaian dan pengamatan terlebih dahulu terhadap targetnya. Karena perampokan yang dilakukan pada saat-saat jam sunyi atau aktivitas masyarakat lagi sunyi karena menurut informasi perampokan dilakukan sekitar jam 13:00 atau sekitar jam 14:00 WITA.
“Menurut analis hukum kriminal saya bahwa pelaku perampokan sudah sangat kenal situasi dan di sekitar tempat kejadian perkara. Saya berharap agar pihak kepolisian Polsek Walenrang dan Polres Luwu segera berkoordinasi dengan Polres-polres di sekitar Luwu Raya jika ciri-ciri pelakunya sudah bisa di identifikasi. Pihak kepolisian harus melihat petunjuk bukti seperti CCTV Bank BRI dimana korban menarik dana untuk di bawah ke tempat BRILink. Kemungkinan pelaku sudah mengintai korban di sekitar Bank BRI dan membuntutinya atau semoga di sekitar lokasi kejadian ada CCTV yang dapat mendeteksi gerakan orang-orang di sekitar lokasi kejadian. Saya berharap agar pelakunya segera di tangkap dan jika harus di kenakan pasal perencanaan pembunuhan dan pencurian yang menghilangkan nyawa orang lain jika pelakunya di tangkap harus di berikan hukuman mati karena sangat sadis dan kepada keluarga korban agar tetap sabar menghadapi musibah ini, berikan kepercayaan penuh kepada pihak Kepolisian untuk mengusut dan mengejar pelakunya sampai tertangkap,” ungkap Jhody Pama’tan yang dihubungi Palopo Pos.(int)






