Headline

BMKG: Musim Hujan Sulsel Terbagi 3 Periode

×

BMKG: Musim Hujan Sulsel Terbagi 3 Periode

Sebarkan artikel ini
  • Sebagian Daerah November, Desember hingga Maret

MAKASSAR TABARONEWS — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026/2027 di Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak akan datang secara serentak. Awal musim hujan di wilayah Sulsel terbagi dalam tiga periode, yakni November dan Desember 2026 hingga Maret 2027.

Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Ayi Sudrajat, mengatakan perbedaan awal musim hujan tersebut dipengaruhi karakteristik iklim yang berbeda di setiap wilayah Sulsel.

Prediksi awal musim hujan tersebut disusun berdasarkan zona musim (ZOM) yang menyesuaikan karakter iklim masing-masing wilayah.

“Yang pertama, prediksi awal musim hujan. Kapan mulainya? Di sini digambarkan, yang mulai bulan November hanya 25 persen,” kata Ayi saat menyampaikan Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026).

Wilayah yang diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026 meliputi Luwu Utara, Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo, dan Enrekang.
Selain itu, sebagian besar wilayah Pinrang, Luwu, Luwu Timur, serta sebagian kecil Sidrap juga diperkirakan mulai mengalami musim hujan pada periode tersebut.

Sementara itu, sebanyak sekitar 58 persen wilayah Sulsel diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Wilayah tersebut mencakup Selayar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Makassar, Maros, Gowa, Pangkep, Barru, Soppeng, dan Parepare.

Sejumlah wilayah lainnya, seperti sebagian Sinjai, Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, dan Luwu Timur juga diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember.
Ayi menyebut Maros menjadi salah satu wilayah yang mengalami keterlambatan memasuki musim hujan. Jika biasanya hujan mulai terjadi pada November, tahun ini awal musim hujan di wilayah tersebut diprediksi bergeser ke Desember 2026.

“Yang biasanya Maros masuknya di November sudah masuk hujan. Ini karena ada pengaruh El Nino kuat tadi, maka dia bergeser,” ujarnya.

Tak hanya November dan Desember, BMKG juga memprediksi sebagian wilayah Sulsel baru memasuki musim hujan pada Maret 2027.
Wilayah tersebut terutama berada di kawasan Pantai Timur Sulsel, meliputi sebagian besar Sidrap dan Wajo. Selain itu, sebagian kecil Bone, Sinjai, dan Luwu juga diprediksi baru memasuki musim hujan pada Maret.

“Yang belum tepat hanya sedikit di temuan di Pantai Timur, yaitu sebagian besar Sidrap, Wajo, sebagian kecil Bone, Sinjai, dan Luwu. Itu yang musim hujannya delay di bulan Maret,” kata Ayi.

Perbedaan periode tersebut menunjukkan musim hujan di Sulsel tidak terjadi secara bersamaan. Kondisi itu dipengaruhi karakteristik iklim Sulsel yang cukup beragam.

“Sulawesi Selatan mempunyai karakteristik iklim yang sangat unik, bahkan Sulawesi Selatan merupakan miniatur iklim di Indonesia. Seluruh Indonesia contoh iklimnya ada di Sulsel,” jelasnya.

Menurut Ayi, karakteristik iklim yang terdapat di sejumlah wilayah Indonesia juga dapat ditemukan di Sulsel. Kondisi tersebut membuat pola musim di satu wilayah berbeda dengan wilayah lainnya.
“Pantai Barat musim hujan, Pantai Timur-nya musim kemarau. Utara Sulawesi Selatan hujan sepanjang tahun. Jadi kita mempunyai keunikan seperti ini di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.(int)