Headline

Rektor Unanda Serahkan Kajian Akademik ke BPP-DOB Luwu Raya

×

Rektor Unanda Serahkan Kajian Akademik ke BPP-DOB Luwu Raya

Sebarkan artikel ini
  • Wujud Kontribusi Ilmiah

MAKASSAR TABARONEWS — Harapan masyarakat Luwu Raya untuk memiliki provinsi sendiri kini memasuki babak baru yang krusial. Bertempat di Ballroom Graha Pena Makassar, Universitas Andi Djemma (UNANDA) secara resmi menyerahkan Kajian Akademik pembentukan daerah otonomi baru tersebut kepada Ketua Badan Percepatan Pembentukan (BPP) DOB Provinsi Luwu Raya, Darwis Ismail.
Penyerahan ini dilakukan dalam rangkaian diskusi tematik bertajuk “Progres & Tantangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya” yang dihadiri oleh berbagai elemen penting perjuangan Luwu Raya.

Hasil Kerja Keras Akademisi
Dokumen strategis setebal kurang lebih 700 halaman tersebut merupakan buah pemikiran dan kajian mendalam tim ahli UNANDA selama dua bulan terakhir. Menariknya, penyusunan naskah ini dilakukan dengan dedikasi tinggi, bahkan melintasi bulan suci Ramadan untuk memastikan setiap aspek strategis terpenuhi demi masa depan wilayah tersebut.
“Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami atas amanah yang diberikan. Tim bekerja siang dan malam untuk merumuskan model kajian yang kuat,” ujar Rektor UNANDA saat menyerahkan naskah tersebut di atas panggung.

Prosesi Penyerahan yang Khidmat
Momen puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan naskah secara berjenjang. Dr. Abdul Rahman Nur, selaku Ketua Tim Kajian Akademik UNANDA, menyerahkan dokumen tersebut kepada Rektor UNANDA, Dr. H. Annas Boceng. Selanjutnya, Rektor menyerahkan naskah tersebut kepada Ketua Badan Pekerja Pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya, Darwis Ismail.
Prosesi bersejarah ini disaksikan langsung oleh deretan tokoh besar dan akademisi senior, di antaranya Prof. Mansyur Ramli (Ketua Dewan Pembina Yayasan Tociung), Prof. Baharuddin Mappangaja (Ketua Pengurus Yayasan Tociung), Hasbi Syamsu Ali (Ketua KKLR Sulsel), Prof. Dr. Jasruddin, Prof. Hasrullah (Dosen FISIP Unhas),Drs. Baharuddin Solongi (Koordinator Tim Kajian dan Pendalaman Potensi Sumber Daya Luwu Raya Melalui Program Strategis Nasional), Serta sejumlah tim kajian dan tokoh-tokoh berpengaruh Luwu Raya lainnya.

Peluang Model “Mandiri”
Salah satu poin paling krusial dalam diskusi ini adalah temuan tim pengkaji mengenai peluang pembentukan provinsi melalui jalur Kepentingan Strategis Nasional.
Berdasarkan kajian tersebut, terdapat celah regulasi yang memungkinkan Luwu Raya berdiri sendiri tanpa harus terpaku secara kaku pada syarat administratif jumlah kabupaten/kota, asalkan memiliki urgensi strategis bagi negara. Temuan ini menjadi angin segar bagi perjuangan panjang masyarakat di wilayah utara Sulawesi Selatan tersebut.
Suasana haru dan semangat membara terasa saat dokumen berpindah tangan. Seluruh tokoh yang hadir secara bersama-sama mengepalkan tangan ke udara, menyatukan tekad sembari meneriakkan yel-yel perjuangan yang menggema di seluruh ruangan
“Allahu Akbar!”
Kajian akademik ini kini resmi menjadi “senjata” administratif yang akan dibawa ke tingkat pusat (Pemerintah Pusat dan DPR RI). Dokumen ini akan menjadi referensi utama untuk memperkuat posisi tawar Luwu Raya dalam pembentukan provinsi baru secara ilmiah dan legal.
Dengan dukungan data yang valid dan kajian ilmiah yang komprehensif, impian melihat “Provinsi Luwu Raya” di peta Indonesia kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah progres nyata yang kini tinggal menunggu restu politik di Jakarta.(int)