HeadlinePolitik

Jelang Musda Golkar Sulsel: IAS Konsolidasi Daerah Klaim Didukung 18 DPD

×

Jelang Musda Golkar Sulsel: IAS Konsolidasi Daerah Klaim Didukung 18 DPD

Sebarkan artikel ini

​MAKASSAR TABARONEWS — Peta persaingan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai mengerucut.

Mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), langsung tancap gas memanaskan mesin politiknya setelah menerima surat diskresi resmi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

​Politikus yang akrab disapa Aco ini mengumpulkan para loyalisnya dalam konsolidasi perdana di markas pemenangannya, Jalan Batu Putih Bundar, Kota Makassar, Minggu, 28 Juni 2026.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan 18 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar se-Sulawesi Selatan, serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) pendiri, didirikan, dan sayap partai berlambang pohon beringin tersebut.

​Dari total 24 DPD II di Sulsel, IAS mengklaim posisinya di atas angin. “Insya Allah kami masih mengajak dan optimistis bisa menembus dukungan hingga 20 DPD II,” ujar IAS di hadapan para kader.
​IAS merinci, saat ini dirinya telah mengantongi surat dukungan resmi tertulis dari 15 DPD II. Sementara itu, tiga daerah lainnya sudah menyatakan dukungan secara lisan dan tengah merampungkan proses administrasi. Adapun dua daerah lagi diklaim masih dalam tahap komunikasi intensif.

​Berdasarkan catatan di lokasi, 13 ketua dan perwakilan DPD II hadir langsung dalam pertemuan tersebut. Di antaranya adalah Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak, Ketua Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara, Ketua Golkar Luwu Timur Aripin, Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso, serta Plt Ketua Golkar Barru Rahman Pina. Hadir pula Ketua Golkar Toraja Utara Yohannes Bassang dan Ketua Golkar Bone Andi Fahsar M. Padjalangi.

​Beberapa daerah mengutus sekretarisnya, seperti Bulukumba, Sidrap, dan Maros. Sementara untuk Parepare, mantan Wali Kota Taufan Pawe hadir mewakili istrinya, Erna Rasyid Taufan, yang absen karena alasan kesehatan. Taufan hadir dalam kapasitas ganda, sekaligus memimpin ormas MKGR Sulsel.
​Kekuatan IAS kian menebal dengan hadirnya deretan sayap partai dan ormas bentukan Golkar. Mulai dari SOKSI yang diwakili Andi Patarai Amir, AMPI diwakili Erno, AMPG diwakili Rahman Pina dan Zulham Arief, KPPG diwakili Harniati Dahlan, HWK diwakili Andi Astuti Attas, hingga MDI yang dihadiri langsung oleh sang ketua, Rahim P. Sanjata.

​Sinyal di Batu Putih ini mempertegas keunggulan geopolitik IAS di internal Golkar Sulsel pasca-terbitnya diskresi dari pusat. Dengan peta kekuatan saat ini, IAS menjadi figur yang paling siap menggerakkan infrastruktur beringin di tingkat akar rumput menjelang Musda. “Kami berharap konsolidasi awal ini akan terus menyolidkan kader dari berbagai kelompok,” tutur IAS.

Sementara itu, Golkar Soppeng mengalihkan dukungannya jelang Musda Golkar Sulsel. Sebelumnya, Golkar Soppeng termasuk yang memotori dukungan kepada figur lainnya, Munafri Arifuddin. Namun, Golkar Soppeng kini berpindah ke Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Ketua Golkar Soppeng, Kaswadi Razak menyampaikan alasannya. Kepindahan Golkar Soppeng ditandai dengan penyerahan surat dukungan Kaswadi kepada IAS, pada pertemuan silaturahmi dengan pengurus DPD II Golkar daerah lainnya, di kediaman IAS, Jalan Batu Putih, Makassar, pada Minggu (28/6/2026) siang. Peta

Dukungan Kaswadi ini tidak lepas dari keluarnya surat rekomendasi diskresi DPP Golkar kepada IAS pada Rabu (28/6/2026) lalu. Rekomendasi dimaknai sebagai dukungan penuh DPP Golkar kepada IAS pada musda mendatang.

“Menindaklanjuti diskresi itu, saya sangat faham apa makna diskresi tersebut. Ini adalah suatu tanda bahwa DPP memberi ruang besar kepada Pak IAS. Makanya kami datang ke sini,” ungkap Kaswadi, saat diwawancarai di kediaman IAS.

Ia menyatakan, kehadirannya disebut tidak dalam rangka meninggalkan Appi, sapaan Munafri. Ia hanya menjalankan komitmen politiknya, kalau putusan partai sudah dibuat, maka harus diikuti.
“Kami konsisten dari awal, kalau dukungan awalnya kami di Appi, tentu bukan harga mati. Kesepakatan kita, apabila ada keinginan lain dari DPP, maka kami tentu secara otomatis loyal kepada DPP,” tegasnya.(int)