BEIRUT TABARONEWS – Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian (United Nations Peacekeeping), Jean-Pierre Lacroix, mengonfirmasi bahwa Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang gugur akibat serangan Israel di Lebanon bertambah menjadi tiga orang.
Dalam konferensi pers yang digelarnya, Jean-Pierre Lacroix menyampaikan ucapan duka mendalam.
“Turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga dari tiga penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon yang tewas dalam dua hari terakhir saat menjalankan tugas #ServingForPeace di Lebanon Selatan,” demikian pernyataan Jean-Pierre Lacroix, Selasa (31/3).
Jean-Pierre Lacroix menyebut pihaknya akan melakukan investigasi terkait peristiwa tersebut.
“UNIFIL saat ini sedang melakukan penyelidikan. Serangan terhadap penjaga perdamaian United Nations tidak dapat diterima dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” jelasnya.
Insiden gugurnya tiga anggota pasukan perdamaian itu terjadi di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama berada UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3). Dalam insiden ini, merenggut nyawa Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon dan melukai dua prajurit lainnya.
Peristiwa kedua terjadi di dekat Bani Hayyan, dua pasukan perdamaian RI gugur dalam insiden yang terjadi pada Senin (30/3). Menurut penjelasan UNIFIL, kendaraan mereka hancur akibat ledakan yang belum diketahui sumbernya. UNIFIL belum mengungkap detail dan identitas korban.
Pemerintah Mengutuk
Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan terhadap pasukan perdamaian yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Serangan tersebut menewaskan tiga prajurit TNI di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, menegaskan Indonesia menuntut penyelidikan menyeluruh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Biar saya perjelas, kami menuntut penyelidikan langsung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan sekadar alasan-alasan dari Israel,” tegasnya dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, Selasa (31/3).
Dalam forum tersebut, Indonesia menyampaikan duka, kemarahan, dan frustrasi atas insiden yang menewaskan prajurit TNI.
Sidang darurat ini digelar atas dorongan Indonesia bersama Prancis sebagai bentuk komitmen terhadap misi perdamaian dunia.
Indonesia menilai eskalasi konflik dipicu oleh serangan militer Israel yang berulang kali melanggar kedaulatan Lebanon.
Pemerintah menegaskan tindakan tersebut tidak hanya memperburuk situasi keamanan, tetapi juga mengancam stabilitas global.(int)





