EkonomiHeadline

Sudah Langka, Mahal Lagi, Elpiji 3 Kg di Luwu Raya Sentuh Rp50 Ribu per Tabung

×

Sudah Langka, Mahal Lagi, Elpiji 3 Kg di Luwu Raya Sentuh Rp50 Ribu per Tabung

Sebarkan artikel ini
  • Masyarakat Mengeluh

PALOPO TABARONEWS — Warga di Luwu Raya mengeluhkan tabung gas subsidi 3 Kg mengalami kelangkaan dan kalaupun ada, harganya mahal.

Harganya pun melambung hingga menyentuh angka Rp50 ribu per tabung, seperti di Kecamatan Bua, Kab. Luwu. Kelangkaan ini terjadi jelang dan setelah Iduladha.
Sejumlah warga mengaku sempat kelimpungan saat mencari stok untuk digunakan. Seperti dikatakan Farhan, kepada Palopo Pos, Ahad, 31 Mei 2026 malam.

Kata warga yang berdomisili di Kelurahan Rampoang, Kota Palopo, beberapa pangkalan telah dia datangi untuk mencari stok tabung 3 Kg. Akan tetapi, sejumlah pangkalan yang dia datangi tidak tersedia stok (habis).

“Tidak ada semua tabung di pangkalan. Di kios (pengecer) juga susah sekali mi didapat. Kalau pun ada di pengecer, harnya bisa sampai Rp30 ribu per buah,” kata Farhan yang saat itu sedang menenteng tabung gas 3 Kg kosong.

Kelangkaan tabung 3 Kg ini diduga akibat adanya oknum pangkalan yang “nakal”.
Demi meraup untuk lebih, banyak pangkalan diduga bekerjasama dengan penimbun tabung gas 3 Kg.
Cara kerja sama antara penimbung dengan pangkalan, biasanya para penimbung menitip tabung kosong ke pangkalan.

Setelah agen mendistribusikan tabung gas 3 Kg ke pangkalan, para penimbun akan datang menjemput tabung yang telah berisi dan kembali mengganti dengan tabung kosong.

Yang diangkut penimbun dari pangkalan, jumlahnya pun tidak sedikit, bisa sampai puluhan buah.
Transaksi penimbun dengan pemilik pangkalan, itu sering ditemukan di salah satu kompleks di wilayah Kelurahan To’ Bulung, Kecamatan Bara.

Terkadang pagi atau sore, sebuah mobil pickup yang telah dimodifikasi seperti mobil kampas parkir di depan pangkalan sedang mengangkut tabung gas 3 Kg.

Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma, yang dikonfirmasi mengatakan akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengatasi situasi tersebut.

“Nanti bisa dilakukan operasi pasar dengan perdagangan dan dinas terkait. Juga bisa nanti dengan Pertamina guna antisipasi kalau ada penimbunan gas,” kata Dedi Surya Dharma.(int)