Headline

Karhutla Ancam Luwu Raya dan Sekitarnya

×

Karhutla Ancam Luwu Raya dan Sekitarnya

Sebarkan artikel ini
  • Waspada Kabut Asap

PALOPO TABARONEWS — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh Indonesia menjadi sorotan, termasuk di Luwu Raya. Namun yang terparah terjadi di Kalimantan. Ancaman kabut asap pun mengintai membahayakan pernapasan.

Sejumlah kasus kebakaran dilaporkan terjadi di empat kabupaten/kota. Seperti di Kota Palopo hutan mulai dari Bukit Sampoddo sampai Kecamatan Bara dilaporkan telah terbakar.

Di Kabupaten Luwu, tepatnya di Kecamatan Bua, pada akhir pekan lalu, dilaporkan lahan kebun terbakar di Desa Tiromanda (Labokke) dekat dengan Asrama Brimob Polda Sulsel.

Di Luwu Utara, juga sejumlah kebakaran terjadi, seperti di pegunungan Rongkong dan Seko. Pembakaran dilakukan dilakukan untuk pembukaan lahan pertanian oleh warga.

Bahkan Polres Palopo mengeluarkan imbauan waspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Imbauan ini dikeluarkan sebagai upaya mengantisipasi bahaya kebakaran ditengah musim kemarau.
Kapolres Palopo, AKBP Arvin Haryadi melalui Kasi Humas, AKP Marsuki, mengimbau langkah preventif untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas sosial dan ekonomi. Membuka lahan atau hutan dengan cara membakar sangat tidak dianjurkan, karena dapat berujung pidana jika tetap dilakukan.

“Kita mengingatkan bahwa pembakaran hutan secara sengaja dapat dikenakan sanksi pidana. Dalam UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Pasal 78 ayat (3) mengatur ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar bagi perbuatan yang memenuhi ketentuan pidana tersebut,” kata Marsuki.

Ia menambahkan, pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Adapun kasus kebakaran di Kota Palopo terhitung sejak Juli hingga Agustus 2026, tercatat telah terjadi 35 peristiwa kebakaran di Kota Palopo.

Kepala Dinas Damkar Palopo, Muhammad Ihsan, dilansir dari media lokal Luwu Raya, Harian Palopo Pos mengatakan bahwa jumlah laporan peristiwa kebakaran selama dua bulan terakhir, sangat tinggi dari tahun sebelumnya.

Musim kemarau menyebabkan tanaman dan rumput menjadi kering sehingga sangat mudah terbakar.
Data Juli, Damkar Palopo menerima 10 laporan kebakaran. Kemudian, untuk Agustus per hari ini sebanyak 25 laporan.

Laporan didominasi kebakaran lahan. Dan penyebabnya diduga akibat pembakaran sampah yang tidak diawasi dengan baik sehingga merambat ke rumput kering atau benda mudah terbakar disekitarnya.
“Mengingat kondisi saat ini rawan terjadi musibah kebakaran, diimbau kepada masyarakat agar selalu berhati- hati jika menyalahkan api atau membakar sampah. Dan tidak membuang puntung rokok yang menyalah sembarang tempat. Jika terjadi peristiwa kebakaran diharapkan segera laporkan melalui kontak pengaduan yang telah di sebarkan atau bisa juga ke perangkat pemerintah setempat,” kata Muhammad Ihsan.

Sementara itu, Kapolres Luwu, AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menegaskan bahwa kesiapsiagaan selalu menghadapi Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Menurutnya, langkah pencegahan harus dikedepankan dengan memperkuat komunikasi, patroli serta edukasi kepada masyarakat.

“Kita tidak ingin menunggu sampai terjadi kebakaran baru bergerak. Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini, termasuk memastikan personel, peralatan dan koordinasi lintas sektor benar-benar siap,” ujar Kapolres Luwu beberapa waktu lalu saat apel pasukan kesiapsiagaan karhutla.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Peran masyarakat sangat penting. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran agar dapat ditangani dengan cepat,” imbuhnya.

Data BNPB
Dari data nasional, data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyebutkan titik panas di Kalimantan paling banyak terpantau di Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Kemudian Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara 3 titik.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan untuk mengecek sekaligus memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunggah foto keberangkatan Prabowo dari Jakarta menuju Kalimantan, Sabtu pagi, 22 Agustus 2026.

Teddy menyampaikan sehari sebelumnya, Prabowo telah menginstruksikan para pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat menangani karhutla di empat provinsi terdampak di Kalimantan.

“Pembagian tugas dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan terpadu,” kata Teddy.
Prabowo menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secepat dan seoptimal mungkin sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.
“Presiden juga meminta setiap pelanggaran hukum yang ditemukan ditindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Teddy.(int)