JAKARTA TABARONEWS — Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres menguruk keras serangan tentara Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di bawah payung United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Diketahui, seorang tentara Indonesia Praka Farizal Rhomadhon gugur karena serangan Israel di Lebanon. Prajurit TNI asal asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarti itu berasal dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang bertugas di bawah payung United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Kecaman juga datang dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menyampaikan ucapan dukanya soal Prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadon yang tewas dibom Israel.
Ucapan duka dan bela sungkawa ini disampaikan langsung oleh Jansen Sitindaon melalui unggahan di media sosial X pribadinya.
“Turut berduka yang mendalam atas meninggalnya Prajurit TNI kita: Praka FARIZAL RHOMADHON yang gugur dalam tugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB (Satgas Kontigen Garuda UNIFIL Lebanon),” tulisnya dikutip Senin (30/3).
Lebih jauh, soal gugurnya Prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadon jika terbukti ada temuan atau pelanggaran yang dilakukan, maka Indonesia dianggap bisa melakukan tindakan.
“Jika meninggal dan gugurnya Praka Farizal ini melanggar segala ketentuan di dalam hukum internasional, PBB dan Indonesia wajib mengambil tindakan hukum terhadap individu dan/atau: utamanya Negara yang menjadi asal pelakunya,” ucapnya.
“Terimakasih atas pengabdian Praka Farizal kepada negara, bangsa dan perdamaian dunia. Hormat kami.🇲🇨,” jelasnya.
Gugur saat Jalankan Misi
Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Konga XXIII-S UNIFIL, gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan pada 29 Maret 2026 akibat serangan artileri di wilayah konflik yang meningkat.
Kepergian prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, khususnya istri muda dan anak perempuan berusia sekitar dua tahun yang baru beberapa tahun terakhir dinikahinya.
Insiden tragis itu terjadi ketika pasukan penjaga perdamaian PBB di mana Praka Farizal bertugas terkena proyektil artileri.
Ledakan tersebut menewaskan Praka Farizal dan melukai beberapa prajurit lainnya. Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di wilayah Lebanon Selatan.
Kecaman Pemerintah Indonesia
Disebutkan, Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan tersebut dan menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajuritnya.
Mereka juga berkomitmen untuk memulangkan jenazah Praka Farizal ke tanah air secepat mungkin demi penghormatan terakhir.
Gugurnya Praka Farizal Rhomadhon menjadi simbol pengorbanan prajurit Indonesia yang bertugas menjaga perdamaian dunia. Kisahnya mengingatkan kita semua akan beratnya tugas dan risiko yang dihadapi para penjaga perdamaian di zona konflik.
Jelasnya, “Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas gugurnya Praka Farizal. Negara berkomitmen untuk memberikan penghormatan tertinggi dan memulangkan jenazahnya dengan sebaik-baiknya,” kata perwakilan pemerintah saat memberikan pernyataan resmi.(INT)






